transparent navbar

admin seo | 27 December 2023

Biaya Sesudah Beli Rumah: Apa Saja yang Harus Diperhatikan dan Bagaimana Mengaturnya?

Anda baru saja membeli rumah impian Anda? Selamat! Namun, jangan lupa untuk mempersiapkan biaya sesudah beli rumah yang tidak sedikit. Simak ulasan lengkapnya di sini.

Selamat atas rumah baru Anda! Kini Anda sekeluarga telah berhasil mewujudkan satu mimpi indah. Namun, masih ada yang harus disiapkan yaitu biaya sesudah beli rumah.

Biaya ini adalah pengeluaran tambahan yang masih harus Anda tanggung setelah mendapatkan rumah baru. Misalnya biaya untuk legalitas, pajak, dan biaya pemeliharaan.

Nah, agar tidak bingung apalagi sampai menjebol anggaran, mari simak apa saja biaya sesudah beli rumah yang harus disiapkan.

Anda juga akan mendapatkan beberapa tip bermanfaat untuk menghemat pengeluaran. Mulai dari memilih notaris yang tepat, tip menemukan furnitur yang pas, dll.

Bagi Anda yang masih merencanakan untuk membeli rumah baru, artikel ini juga akan sangat membantu. Karena ada rekomendasi klaster terbaik yang dapat menghemat biaya sesudah beli rumah.

Savasa, klaster modern dari Sinar Mas Land dan Panasonic Home akan mengejutkan Anda dengan berbagai penawaran menarik dan kemudahan pembayaran. Mari simak pembahasan lengkap tentang biaya tambahan setelah membeli rumah di sini.

Biaya Cek Sertifikat

Biaya sesudah beli rumah yang pertama adalah biaya cek sertifikat. Pengecekan sertifikat diperlukan untuk memastikan keabsahan surat-surat rumah Anda.

Sebenarnya, akan lebih baik jika pengecekan sertifikat dilakukan sebelum rumah dibeli. Tujuannya tentu saja agar terhindar dari penipuan dan pemalsuan surat-surat tanah dan bangunan.

Namun jika Anda melakukannya setelah rumah dibeli, maka bisa dilakukan bersamaan dengan balik nama sertifikat.

Untuk mengecek sertifikat, Anda harus membawa sertifikat rumah ke Kantor Badan Pertanahan Negara dimana rumah berlokasi dengan biaya cek sertifikat ini ditetapkan berdasarkan ketentuan yang ada di Kantor Badan Pertanahan setempat.

Biaya Balik Nama Sertifikat

Biaya balik nama atau kerap juga disebut bea balik nama adalah biaya yang dikenakan pada pemilik rumah ketika akan mengganti nama pemilik pada SHM. Anda dapat melakukan prosedur ini secara mandiri atau memakai jasa  PPAT.

Jika rumah sudah resmi Anda beli, sebaiknya segera lakukan BBN. Hal ini untuk berjaga-jaga dari kondisi yang tidak diinginkan. Misalnya jika Anda membeli rumah dari A, dan tidak langsung membalik nama sehingga bukti pembelian yang Anda miliki hanya kwitansi pembelian dan bukti PBB saja.

Bilamana suatu saat Anda meninggal dunia sementara nama di sertifikat masih A, tidak ada bukti kuat bahwa rumah tersebut telah menjadi milik Anda.

Kondisi ini bisa menjalar ke masalah berikutnya. A atau ahli warisnya bisa saja meminta rumah itu kembali dari ahli waris Anda. Memang tidak semua jual beli rumah berakhir seperti ini, tetapi lebih baik berjaga-jaga, bukan?

Dari segi besar biaya, Bea BBN bervariasi. Tergantung besar aset dan siapa yang mengurusnya. Biaya BBN juga memiliki beberapa komponen di dalamnya, yaitu:

Biaya AJB

Biaya akta jual beli (AJB) ditetapkan oleh kantor PPAT atau notaris. Besarnya biaya tersebut beragam dengan ketentuan biaya maksimal adalah 1 persen dari nilai transaksi.

Maka, semakin besar harga jual rumah semakin tinggi pula biaya AJB-nya. Sebaiknya Anda coba berkonsultasi dan membandingkan beberapa kantor PPAT agar mendapat bea AJB rendah dengan pelayanan yang baik.

Biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)

Nilai BPHTB sama berapapun besar rumah dan nilai transaksinya, yaitu 5% dari harga jual yang dikurangi dengan NPOPTKP (Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak). Besaran nilai NPOPTKP tergantung dari wilayah/daerah pembelian rumah berada. Sehingga BPHTB akan dimasukkan sebagai pajak daerah.

NPOP sendiri adalah nilai transaksi rumah dikurangi NJOP (Nilai Jual Objek Pajak). NJOP dapat dilihat di situs resmi Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPR) di lokasi rumah berdiri.

Biaya Cek Sertifikat

Seperti yang telah disebutkan di atas, pengecekan sertifikat diperlukan sebelum melakukan proses Balik Nama dan untuk biaya cek sertifikat kurang lebih adalah sebesar Rp. 50.000 untuk rumah jenis apapun. Biaya ini akan dibayar ketika berkas BBN sudah masuk ke Kantor BPN.

Petugas BPN akan mengecek status tanah dan memastikannya bebas sengketa dan surat palsu.

Biaya Balik Nama (BBN)

Ini adalah biaya utama yang harus Anda bayarkan. Namun jangan khawatir, karena nilainya tidak setinggi biaya AJB.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang menetapkan rumus dan cara menghitung BBN. Hitungan BBN menurut rumus yang ditetapkan Kementerian ATR atau Kantor BPN. Yaitu:

(Nilai tanah per meter persegi x luas tanah): 1.000  atau Nilai jual tanah : 1.000

Nah, setelah mengetahui komponen apa saja yang ada dalam BBN, kini, mari mencoba menghitung nilai totalnya.

Misalnya: Anda membeli rumah dengan luas tanah 100 m2. Nilai NJOP rumah tersebut adalah Rp 200 juta yang berlokasi di wilayah Kabupaten Bekasi dengan NPOPTKP nya adalah Rp 60 juta. Nilai transaksi yang dibayarkan adalah sebesar Rp 300 juta, dan biaya AJB dari notaris ditetapkan sebesar 0,5 persen. Maka perhitungan BBN nya adalah:

1.   Menghitung biaya AJB

Biaya AJB ditetapkan 0,5% x nilai jual rumah

Maka: 0,5% x Rp300.000.000 = Rp1.500.000

2.   Menghitung biaya BPHTB

Biaya BPHTB adalah (Harga Jual - NPOPTKP) x 5 %

= (Rp 300.000.000 - Rp 60.000.000) x 5% 

= Rp 240.000.000 x 5% 

Maka total BPHTB yang dibayarkan adalah Rp 12.000.000

3.   Biaya sertifikat

Rp50.000

4.   Menghitung biaya BBN

Biaya BBN = Rp300.000.000 : 1.000 = Rp300.000

Maka total seluruh biaya balik nama yang harus Anda keluarkan adalah:

Rp1.500.000 + Rp12.000.000 + Rp50.000 + Rp300.000 = Rp13.850.000

Semakin tinggi nilai rumah, maka semakin tinggi pula nilai BBN yang harus dibayarkan. Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi biaya BBN, misalnya dengan memilih notaris yang tepat.

Anda dapat membandingkan biaya AJB di beberapa notaris, dan memilih yang terendah. Cara lainnya adalah dengan membagi dua biaya BBN dengan penjual rumah. Cara kedua ini biasanya dilakukan jika membeli rumah bekas.

Biaya Pajak

Begitu rumah menjadi milik Anda, maka pajak-pajak yang mengikutinya juga menjadi kewajiban Anda. Bahkan jika Anda membeli rumah secara KPR pun, ada pajak yang tetap harus Anda bayar walaupun rumah belum lunas yaitu PBB.

Saat akad jual beli rumah, Anda juga harus membayar PPN. Pajak yang Anda bayarkan adalah cara untuk mendukung pembangunan negara dan daerah. Di bawah ini adalah penjelasan mengenai tiap jenis pajak yang menjadi tanggungan Anda.

PBB (Pajak Bumi dan Bangunan)

Saat akad jual beli, PBB rumah harus terlebih dahulu dilunasi dan hal tersebut adalah beban penjual. Namun di tahun pajak berikutnya, PBB akan menjadi tanggungan Anda selaku pemilik rumah yang baru.

PBB memiliki tarif berbeda sesuai daerah lokasi rumah. Semakin tinggi harga tanah di daerah tersebut, semakin tinggi juga tarif PBB nya.

Anda dapat membayar PBB rumah di bulan September setiap tahun. Selain langsung menyetorkannya di Dinas Pendapatan Daerah, juga bisa melalui aplikasi online.

PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

Besar PPN saat ini adalah 11% dan menjadi tanggungan Anda selaku pembeli rumah. Jika rumah dibeli dari developer yang juga adalah PKP, maka tariff pajak 11% akan ditambahkan ke dalam harga jual.

Namun bila membeli rumah dari tangan kedua maka Anda harus menyetor sendiri PPN ke kas negara melalui kantor pajak. Walaupun nilainya besar, tetapi membayar PPN tepat waktu akan sangat membantu karena Anda akan terhindar dari denda.

Biaya Perawatan

Ada kalanya rumah yang baru dibeli pun membutuhkan biaya perawatan. Misalnya renovasi kecil di sana-sini, menambah beberapa kunci untuk pintu dan jendela, merapikan taman, dll.

Anda sebaiknya telah mempersiapkan biaya perawatan ini sejak melihat kondisi rumah, sehingga tidak kaget dengan jumlahnya yang bisa jadi cukup besar.

Ada juga beberapa tips agar biaya sesudah beli rumah yang satu ini tidak merobek kantong Anda, diantaranya:

  • Mulai dari yang paling mendesak. Jika rumah baru Anda memerlukan renovasi, mulailah dari yang paling penting dan mendesak. Setelah itu Anda bisa menyelesaikan renovasi di bagian yang lain.

  • Gunakan tenaga profesional. Mintalah rekomendasi tukang atau ahli bangunan dari orang yang terpercaya.

  • Gunakan bahan yang tahan lama. Mungkin lebih membutuhkan biaya di awal, tetapi akan lebih hemat secara jangka panjang.

Selain perawatan awal dan renovasi, Anda juga perlu menyisihkan biaya perawatan rumah secara rutin. Misalnya untuk mengecat ulang, menambal retak di dinding, mengganti keramik dan utilitas yang rusak, dll.

Untuk biaya perawatan rutin ini, cobalah beberapa tips berikut agar Anda bisa sedikit berhemat.

  • Secara rutin sisihkan sebagian penghasilan untuk perawatan rumah. Sehingga tidak perlu membobol tabungan atau memotong anggaran belanja untuk biayanya.

  • Gunakan utilitas dan peralatan yang tahan lama. Tidak harus mahal. Tetapi kualitasnya terbukti. Anda dapat melihat review di situs terpercaya atau meminta rekomendasi dari teman.

  • Segera perbaiki jika terlihat kerusakan, jangan tunggu hingga kerusakan meluas.

  • Lakukan pencegahan. Misalnya melapisi perabotan kayu dengan vernis setiap setahun sekali, melapisi cat pada pagar dan teralis, dll. Pencegahan yang rutin akan memperpanjang usia utilitas.

  • Kerjakan sendiri perbaikan kecil yang Anda bisa, tidak perlu selalu meminta bantuan tukang.

Mengapa Memilih Rumah dari SAVASA?

Sebenarnya, seluruh biaya sesudah beli rumah di atas dapat Anda persiapkan sejak sebelum akad jual beli. Jika Anda memilih rumah yang tepat dengan kualitas jempolan, beberapa biaya bahkan bisa dihemat.

Untuk Anda yang masih memilih-milih rumah yang tepat, kami menawarkan Savasa. Klaster ini adalah besutan Panasonic Homes yang bekerja sama dengan Sinar Mas Land.

Savasa adalah klaster modern yang memadukan teknologi canggih terkini dengan gaya hidup sustainable living yang selaras dengan alam.

Setiap unitnya dibuat dengan seksama menggunakan bahan baku berspesifikasi lebih tinggi dari klaster kebanyakan. Menjadikan hunian Savasa kuat, nyaman, plus dilengkapi fitur canggih.

Membeli hunian di Savasa juga dapat menghemat biaya sesudah beli rumah. Karena:

Kualitas tinggi dan tahan gempa

Savasa dibangun menggunakan teknologi WPC (Wall Precast Concrete) dengan bahan yang jauh lebih berkualitas dari rumah kebanyakan. Teknologi yang disebut Power Tech ini menjamin hunian di Savasa tahan gempa dan kuat hingga bertahun-tahun.

Ketahanan dan kualitas rumah di Savasa akan mengurangi biaya perawatan dan renovasi. Anda tidak perlu memperbaiki bagian-bagian kecil rumah. Tidak ada drama cat luntur, keramik longgar, atau kusen lapuk bahkan setelah berpuluh-puluh tahun.

Berteknologi canggih terkini

Teknologi canggih adalah nilai plus Savasa yang tidak dimiliki klaster lain. Setiap hunian dilengkapi dengan pengamanan berlapis berbasis online yang disebut Smart Security.

Ada dua lapis pengamanan rumah. Pertama Home Network System yang menggunakan kamera, sensor, smart plug in yang dapat diakses langsung secara real time oleh penghuni melalui gawai. Teknologi ini membantu Anda mengawasi rumah dan mengamankannya dari tindak kejahatan.

Kedua adalah Smart Security yang melindungi keseluruhan klaster dengan CCTV, sensor cahaya dan gerak, serta gerbang keamanan yang terpusat. Perlindungan ini juga kelak akan terintegrasi dengan pusat pengendali keamanan di Security and Fire Command Center kota Deltamas.

Rumah nyaman dengan lingkungan tenang

Hunian Savasa memiliki Puretech dan Complete Air Management System yang membantu agar udara di dalam rumah selalu segar, bebas polutan serta 99% bebas virus berbahaya.

Selain itu lingkungan sekitar di Savasa juga nyaman, sejuk dengan paru-paru kota dan area terbuka hijau yang tersebar di seluruh kompleks. Sarana di dalamnya lengkap seperti clubhouse, kolam renang, penitipan anak, dll.

Konsep Smart Community Savasa menjadikan para penghuni dapat berinteraksi dengan nyaman dan sinergis. Selain juga manajemen limbah dan air hujan yang menjamin Savasa bebas banjir serta selalu bersih.

Membeli Savasa bukan hanya dapat mengurangi biaya sesudah beli rumah, tetapi juga menjamin kehidupan yang lebih sehat, nyaman, dan menyenangkan bagi keluarga.

Kesimpulan

Setelah menyimak paparan di atas kita memahami bahwa ada biaya sesudah beli rumah yang nilainya harus sudah dianggarkan sebelum akad jual beli. Tujuannya agar tidak terlalu memberatkan.

Selain itu Anda juga dapat menegosiasikan pembagiannya dengan pemilik rumah yang lama. Atau memilih pengembang yang memberikan fasilitas potongan dan bonus seperti potongan pajak dan pembebasan BPHTB.

Membeli rumah berkualitas juga dapat mengurangi beban pengeluaran setelah membeli rumah, bahkan dalam jangka panjang akan jauh lebih menguntungkan.

Karenanya, pilihlah Savasa, klaster modern dengan teknologi arsitektur Jepang yang terkenal dengan kualitas dan kenyamanannya.

Anda dapat berkonsultasi dengan Sales Advisor kami untuk info lebih lengkap mengenai Savasa. Temukan hidden gem menakjubkan di tengah kenyamanan Kota Deltamas.

Kunjungi www.savasa.id dan tinggalkan surel Anda untuk membuat janji temu. Atau kunjungi Marketing Gallery kami dan dapatkan aneka penawaran menarik.

Memahami dan menyiapkan biaya sesudah beli rumah dengan baik akan sangat membantu keuangan Anda.

virtual 360

Virtual 360

location savasa

Lokasi

whatsapp savasa

Whatsapp

brochure savasa

Brosur

telepon savasa

Telepon

Bantuan
virtual 360

Virtual 360

location savasa

Lokasi

whatsapp savasa

Whatsapp

brochure savasa

Brosur

telepon savasa

Telepon