transparent navbar

admin seo | 26 December 2023

Rumah Pracetak Tahan Gempa: Solusi Hunian Aman dan Nyaman di Zona Gempa

Rumah pracetak tahan gempa adalah rumah yang dibangun dengan teknologi canggih yang dapat menahan guncangan gempa hingga 6 SR. Temukan keunggulan dan jenis rumah pracetak tahan gempa di sini. sumber

Rumah pracetak tahan gempa adalah teknologi dalam dunia konstruksi untuk mengakomodasi kebutuhan rakyat akan rumah yang kuat. Karena Indonesia memiliki risiko gempa bumi yang tinggi.

Keseluruhan negara kita secara geografis terletak di atas lempeng Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik, kecuali kawasan Pulau Sabang di Provinsi NAD. Lempeng tektonik ini adalah pertemuan lempeng Eurasia, Pasifik, dan Indo Australia.

Kondisi ini menjadikan Indonesia rawan ledakan gunung berapi, gempa, serta tsunami. Hal yang juga terjadi di beberapa negara dengan kondisi geografi serupa, seperti Jepang dan Filipina.

Masyarakat membutuhkan hunian yang lebih aman serta mampu bertahan dari guncangan gempa. Sebelumnya, pemerintah telah mencanangkan rumah tahan gempa sejak tahun 2004, setelah gempa dan tsunami Aceh.

Kini, kebutuhan rumah ini bukan hanya sebagai shelter bagi para pengungsi korban gempa, tetapi juga hunian keluarga dari berbagai lapisan masyarakat.

Rumah ini diklaim tahan guncangan, lebih cepat dan mudah proses pembangunannya, serta dapat dibuat di berbagai kontur serta jenis tanah.

Artikel ini akan mengetengahkan topik tentang pengertian dan manfaat rumah pracetak tahan gempa. Termasuk aneka desainnya beserta keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Anda juga akan mendapatkan informasi mengenai SAVASA. Cluster berkonsep Smart township modern dengan rumah tahan gempa yang nyaman. Berpadu dengan teknologi tinggi dan lingkungan yang mendukung gaya hidup sustainable living.

Cari Tahu Lebih Lanjut: Tips Membeli Rumah Pertama yang Wajib Anda Ketahui

Apa Itu Rumah Pracetak Tahan Gempa dan Apa Fungsinya?

Rumah pracetak tahan gempa adalah rumah yang dibangun dengan bahan utama beton pracetak. Beton ini dicetak langsung dengan ukuran tertentu dan disusun sebagai pengganti bahan bata atau kayu pada dinding.

Rumah ini menggunakan beton berbentuk modul yang disambungkan dengan baut atau mur. Konsepnya mirip seperti mainan Lego atau susun balok dengan kekuatan yang lebih baik.

Selain sebagai hunian, rumah tahan gempa juga dibangun untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman mengingat Indonesia adalah negara rawan gempa. Rumah ini pertama kali dibangun untuk bantuan korban gempa di Aceh dan Yogyakarta.

Beberapa uji coba membuktikan bahwa teknologi tahan gempa mampu membuat rumah bertahan dari guncangan hingga 6 SR. Menurut penelitian Juliana Fisaini dari Universitas Syah Kuala, 66 persen pemilik rumah tahan gempa mengaku puas dan merasa aman menghuni rumah mereka.

Cari Tahu Lebih Lanjut: Mengenal Smart Home: Fitur, Manfaat, dan Cara Instalasi

Kelebihan Rumah Pracetak Tahan Gempa

Dibandingkan rumah konvensional, rumah pracetak dengan teknologi tahan gempa memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:

  • Dengan menggunakan material prefabrikasi biaya tenaga kerja dapat dikurangi karena waktu konstruksi berkurang

  • Kualitas housing lebih stabil karena material diproduksi di bawah kendali pabrik


 

Tabel Perbandingan Rumah Pracetak Tahan Gempa dan Rumah Konvensional

Agar lebih mudah membandingkan rumah tahan gempa dan rumah konvensional, mari cermati tabel berikut

Rumah Pracetak Tahan Gempa

Rumah Konvensional

Pembangunan lebih cepat, 4-7 hari untuk rumah 1 lantai

Pembangunan membutuhkan waktu hingga 1 bulan untuk rumah 1 lantai

Biaya ekonomis

Biaya lebih mahal

Minim residu bahan baku

Lebih banyak residu bahan baku

Lebih tahan lama karena kualitas bahan baku terstandar

Kualitas bahan baku tidak terstandar

Lebih baik jika dibangun di tanah keras agar pondasi lebih kokoh

Dapat dibangun di jenis tanah yang beragam karena pondasi dapat disesuaikan

Memberikan rasa aman yang lebih baik bagi penghuninya

Tetap was was bila ada gempa rumah akan rubuh

Lihat Juga: Desain Rumah Minimalis: Inspirasi, Fitur, dan Biaya Pembangunan 

Desain dan Tipe Rumah Pracetak Tahan Gempa

Secara luas, masyarakat memang cenderung awam dengan tipe rumah pracetak tahan gempa. Namun sebenarnya, rumah ini telah memiliki beberapa desain dan tipe. Berikut adalah tujuh d iantaranya.

RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)

Ide tentang RISHA diprakarsai oleh Kementerian PUPR. RISHA dibangun dengan sistem knock down sehingga lebih kuat. Rumah ini dapat dibangun hingga 2 lantai dan terbukti tahan gempa hingga kekuatan 8 skala richter.

Keunggulan lainnya adalah biayanya yang murah jika dibangun dalam jumlah besar. Namun desainnya tidak sefleksibel rumah konvensional karena hanya dapat dibangun dengan luas tertentu dengan kelipatan 3 dan 1,5 meter.

RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan)

RUSPIN adalah pengembangan dari teknologi RISHA. Rumah ini juga dapat dibangun hingga dua lantai. RUSPIN menggunakan rangka rumah pracetak dengan sistem panel yang disambung menggunakan baut.

Rumah ini dapat dibangun dengan biaya rendah, kurang dari Rp70 juta. Namun, tidak seluruh bagian RUSPIN menggunakan bahan pracetak. Bagian lainnya dapat dibangun menggunakan bata atau kayu.

Rumah Conwood

Rumah Conwood adalah besutan Conwood Indonesia dan dibangun tanpa menggunakan kayu. Rumah ini tahan gempa hingga guncangan 6,4 SR dan telah populer di sejumlah tempat di Jawa Tengah.

Rumah tanpa kayu ini terbuat dari bahan conwood yang terdiri dari 70% fiber semen dan 30% selulosa. Selain anti gempa, rumah ini juga diklaim anti air dan rayap.

Baca Juga: Inisiatif Smart City di Indonesia: Konsep, Manfaat, dan Implementasi 

Namun bahan conwood memiliki bobot yang berat sehingga memerlukan pondasi dan rangka yang lebih kuat. Juga tidak tahan benturan dan goresan.

Rumah ini menjadi pilihan keluarga kecil dengan ekonomi stabil, karena dapat dipesan dengan mudah ke perusahaan konstruksi.

BARRATAGA (Bangunan Rumah Rakyat Tahan Gempa)

Barrataga diprakarsai oleh Prof. Sarwidi, MSCE, Phd IPU dan terbuat dari bahan beton precast. Rumah ini dirancang agar terjangkau oleh masyarakat kelas menengah. Desainnya juga fleksibel dan pengerjaannya lebih cepat.

Namun, rumah ini relatif mudah terkena rembesan air saat musim penghujan. Sehingga membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

Rumah BIMA (Bangunan Instan Modular Sederhana)

Rumah ini dirancang oleh para ilmuwan dari Institut Teknik Surabaya yang dipimpin oleh Ir. Tavio, M.S, PhD. Uniknya, rumah tahan gempa ini dibangun menggunakan bahan sisa dari limbah.

Dari segi harga, BIMA juga ekonomis. Kelebihan lainnya adalah rumah ini bisa dibangun hingga 2 lantai dengan desain yang fleksibel, karena BIMA hanya membangun struktur dasar rumahnya saja.

Namun, BIMA hanya bisa dibangun di tanah dengan kontur keras dan kering. Penggunaan elemen konstruksi lainnya juga terbatas karena akan mempengaruhi kekuatan pondasinya.

Dengan biaya kurang dari Rp70 juta, BIMA membantu keluarga menengah ke bawah untuk memiliki rumah tahan gempa satu lantai.  Rumah ini juga cocok untuk dibangun di perumahan.

RUMBAKO (Rumah Banua Tadulako)

Rumbako memiliki spesifikasi pondasi batu kali dengan struktur baja dibungkus mortar. Dindingnya masih terbuat dari batu bata ringan dan diaci.

Rumah ini memang didesain minimalis agar harganya terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. sehingga tidak sepenuhnya menggunakan bahan pracetak. Rumbako dapat menahan guncangan hingga 5 SR.

Rumah Pracetak Tahan Gempa Berteknologi Jepang

SAVASA adalah cluster dengan rumah pracetak tahan gempa besutan Panasonic Homes dan Sinar Mas Land. Berbeda dengan rumah tahan gempa lain yang berorientasi kekuatan dan harga ekonomis, SAVASA memberikan nilai lebih.

Teknologi ini disebut PowerTech dan diadopsi langsung dari teknologi tinggi konstruksi Jepang. Cluster SAVASA dibangun dengan bahan beton pracetak yang memiliki spesifikasi lebih tinggi dari beton standar.

Beton ini lebih kuat, rapat dan minim pori-pori sehingga tahan lama dan tidak mudah terkena rembesan air. Sehingga selain tahan gempa, rumah SAVASA juga memiliki durabilitas tinggi.

Metode WPC yang digunakan SAVASA menggunakan beton yang dicetak langsung di lokasi pembangunan. Metode ini membuat kualitas rumah konsisten untuk seluruh hunian di cluster tersebut, tanpa tergantung pada keahlian tenaga kerjanya.

Cari Tahu Lebih Lanjut: Investasi Properti: Apa itu, Bagaimana Caranya, dan Mengapa Harus Memilih SAVASA

SAVASA: Developer Terbaik Rumah Pracetak Tahan Gempa di Indonesia

Membeli rumah pracetak tahan gempa bukan hanya menambah rasa aman dan nyaman berada di dalam hunian. Anda juga dapat memperoleh aneka nilai tambah lainnya dari rumah ini.

Sebut saja peluang investasi yang lebih besar, menghemat biaya karena rumah tidak perlu banyak perawatan, serta mendukung kelestarian lingkungan karena bahan yang lebih eco-friendly.

Jika Anda ingin memperoleh seluruh nilai tambah tersebut, tepat sekali jika menjadikan SAVASA pilihan utama. Cluster ini adalah perumahan berteknologi Jepang pertama di Indonesia yang menggunakan konsep rumah tahan gempa.

Smart Homes dari SAVASA menggabungkan penggunaan bahan beton berkualitas tinggi dengan teknologi konstruksi dan digitalisasi Jepang. Menjadikan hunian SAVASA lebih kuat, tahan goncangan dan benturan, serta modern.

Beberapa keunggulan SAVASA dibandingkan rumah tahan gempa lainnya adalah:

  • Dibangun di lingkungan yang teratur dan tertata apik, baik dari segi macro environment maupun micro environment. SAVASA memiliki teknologi pengolah limbah dan air hujan, jalur hijau, energi terbarukan, dan posisi bangunan selaras dengan arah angin.

  • SAVASA melengkapi setiap hunian dengan teknologi Complete Air Management System yang mengatur sistem ventilasi agar udara di dalam rumah 99 persen bebas virus dan polusi.

  • SAVASA juga melengkapi setiap hunian dengan Smart Security, sistem keamanan berlapis yang dapat dimonitor penghuni dari gawai mereka.

  • Terletak di Kota Deltamas, Cikarang, SAVASA memiliki potensi investasi dan nilai properti tinggi. Selain strategis, cluster modern ini juga memiliki sarana prasarana sangat lengkap.

Lihat Juga: Investasi Properti di Dekat Area Komersil dan Mall: Apa Keuntungannya?

Saatnya Beralih ke Rumah Pracetak Tahan Gempa SAVASA

Kini kita telah memahami bahwa rumah pracetak tahan gempa adalah rumah yang didesain khusus agar tetap kokoh walaupun diterjang gempa bumi. Rumah ini terbuat dari beton pracetak yang berbentuk modul dan dirangkai dengan baut.

Pemerintah mulai mengenalkan rumah ini sejak gempa dan tsunami Aceh tahun 2004, dan sejak saat itu popularitasnya mulai berkembang. Selain karena lebih aman, rumah ini juga memiliki durabilitas tinggi.

Selain perumahan tahan gempa dari pemerintah, ada juga beberapa cluster dan perumahan modern yang menggunakan teknologi ini, salah satunya adalah SAVASA.

SAVASA menggunakan teknologi Smart Home dari Panasonic Homes Jepang dan merupakan cluster pertama di Indonesia yang mengadopsi metode canggih ini. Terlebih lagi, SAVASA memiliki nilai lebih dari sisi investasi dan lokasi yang strategis.

Anda dapat melihat langsung show unit di Marketing Gallery SAVASA. Atau, tinggalkan email di situs resmi kami untuk membuat janji temu atau berkonsultasi.

Jangan ragu untuk menghubungi kontak resmi kami, karena Sales Advisor yang profesional akan membantu Anda dengan senang hati.

virtual 360

Virtual 360

location savasa

Lokasi

whatsapp savasa

Whatsapp

brochure savasa

Brosur

telepon savasa

Telepon

Bantuan
virtual 360

Virtual 360

location savasa

Lokasi

whatsapp savasa

Whatsapp

brochure savasa

Brosur

telepon savasa

Telepon